IHSG Dan Rupiah Naik Kabar Baik Inflasi AS Melandai

IHSG Dan Rupiah Naik Kabar Baik Inflasi AS Melandai – Pasar keuangan yang kini kian kompak menguat dalam perdagangan kemarin, Pada hari Rabu tanggal 15/5/2024. Indeks Harga Saham Gabungan atau yang di sebut dengan IHSG Dan Rupiah Naik , Serta sedangkan imbal dari hasil Surat Berharga Negara ataupun di sebut SBN kini kian turun sebagai indikasi dari kenaikan hargatersebut.

Pada pasar keuangan di Indonesia akan di perkirakan masih dalam volatile di hari ini. Pergerakan pada IHSG, SBN serta juga rupiah akan di pengaruhi dari banyaknya data serta juga agenda penting pada hari ini.

Selengkapnya perihal sentimen serta juga proyeksi pasar hari ini dapat di baca di halaman 3 artikel tersebut. serta juga para investor juga bisa mengintip agenda serta rilis data secara terjadwal pada hari ini baik di dalam negeri serta luar negeri di halaman yang ke 4.

IHSG dalam perdagangan lalu, pada hari Rabu tanggal 15/5/2024 di tutup menguat pada angka 1,36% menuju level 7.179,83. Dan tercatat turnover IHSG sedang berada pada angka Rp 12,01 triliun. Transaksi yang berasal dari volume saham dengan sebanyak 17,04 miliar lembar, yang dimana 296 saham juga naik, 257 turun serta juga 224 tidak berubah.

IHSG Dan Rupiah Naik Kabar Baik Inflasi AS Melandai

Pergerakan Pada IHSG

Berdasarkan dalam data di Refinitiv, penguatan IHSG juga di dorong pada kenaikan delapan sektor yang di mana sektor utilities tersebut menjadi sektor dengan suatu pendorong IHSG yang terbesar hingga mencapai 6,89%, dan kemudian juga disusul pada sektor basic materials dengan sebesar 4,62%.

Saham dengan milik Prajogo Pangestu yaitu pada PT Barito Renewables Energy Tbk ataupun bren serta juga PT Chandra Asri Pacific Tbk ataupun TPIA menjadi suatu pendorong terbesar pada IHSG dalam akhir perdagangan kemarin, pada masing-masing juga mencapai 27,12 Serta juga 22,27 indeks poin.

IHSG juga berhasil melejit dengan lebih dari 1% walaupun data inflasi produsen atau producer price index/PPI pada Amerika Serikat di periode April 2024 juga masih sangat cukup panas serta juga pernyataan bank sentral AS yang juga mengindikasikan juga akan memberlakukan pada kebijakan suku bunga yang tinggi pada waktu yang cukup lama ataupun higher for longer.

Beralih pada pasar mata uang yang di lansir dalam Refinitiv, rupiah juga di tutup terapresiasi sebesar 0,4% dengan angka Rp16.025/US$ dalam hari ini, pada hari Rabu 15/5/2024. Penguatan rupiah tersebut juga berbanding terbalik pada pelemahan kemarin yang juga terjadi Sekitar sebesar 0,09%.

Pergerakan Pada Rupiah

Inflasi produsen AS ataupun PPI sudah di rilis serta juga tercatat sebesar naik 0,5% secara bulan ke bulan atau mtm periode April sesudah turun hingga sebesar 0,1% di bulan Maret, menurut Biro Statistik pada Tenaga Kerja Departemen dan Tenaga Kerja Di hari Selasa.

Secara tahunan, PPI juga meningkat hingga 2,2% di April yang dari 1,8% pada Maret 2024.

Sementara itu juga inflasi pada produsen AS yang berdasarkan survei Reuters di perkirakan juga naik hingga 2,2% yoy. Dan Alhasil, data yang kemarin telah sesuai pada ekspektasi pasar.

Inflasi konsumen di AS pada hari ini juga akan di rilis serta di perkirakan akan sedikit lebih rendah bila di bandingkan pada periode bulan Maret 2024 yang juga berada pada angka kisararn 3,5% yoy hingga menjadi 3,4% yoy.

Pergerakan Pada Rupiah

Jika ekspektasi tersebut sesuai Pada data aktual dam bahkan juga lebih rendah jika di bandingkan dengan yang di ekspektasikan. Maka dari itu pasar akan menyambut positif dengan mengingat potensi dan penurunan suku bunga bank sentral AS. Ataupun the fed akan juga semakin besar serta tekanan pada rupiah juga akan semakin minim.

Bukan hanya itu saja. Badan Pusat Statistik juga sudah merilis data neraca pada perdagangan yang sudah terpantau kembali surplus. Dan juga bahkan di atas konsensus yang sudah di himpun oleh suatu CNBC Indonesia.

BPS juga melaporkan pada neraca perdagangan Indonesia juga kembali mencetak surplus dengan transaksi berjalan dengan kisaran sebesar US$3,56 miliar. Hal Ini adalah surplus pada ke-48 sejak pada bulan Mei 2020.

Surplus tersebut dipicu pada nilai ekspor Indonesia yang juga masih lebih tinggi dibandingkan impor. Nilai ekspor pada bulan April 2024 juga mencapai US$19,62 miliar. Selain itu, impor juga tercatat sebesar US$16,06 miliar.

Hal tersebut memberikan angin yang segar bagi pasar keuangan domestik yang juga termasuk rupiah yang sedang terpantau mengalami sebuah apresiasi.

Sementara itu dari pasar obligasi di Indonesia. Imbal dari hasil obligasi tenor pada 10 tahun kembali berbalik arah, turun kisaran sebesar 0,52% pada level 6,932%. Dalam perdagangan hari Rabu 15/5/2024. Imbal dari hasil obligasi yang sudah melemah juga menandakan. Jika para pelaku pasar juga sedang membeli Surat Berharga Negara atau di sebut dengan SBN.

BAGI ANDA YANG SUKA BERMAIN SLOT DAN TOGEL ONLINE
BISA DAFTAR DI SITUS TERPERCAYA :  SOHOTOGEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *